Pertemuan FORPIS dan Tokoh Masyarakat Garut Bahas Masa Depan Aktivitas Kepemudaan




NEWSLETTERJABAR – Forum Pemuda Jawa Barat Istimewa (FORPIS) menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat, Minggu (09/02/2025). Pertemuan yang berlangsung di wilayah Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota dan salah tempat kopi di Kabupaten Garut ini bertujuan untuk membahas berbagai program pengembangan aktivitas kepemudaan di Jawa Barat.


Acara tersebut dihadiri oleh Ketua FORPIS, Utsman Adi, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ahmad Riza Hidayat, dan Bendum, Thariq Falih bersama jajaran pengurus dan anggota FORPIS. Selain itu, hadir pula beberapa tokoh masyarakat yang selama ini aktif dalam pemberdayaan pemuda di Jawa Barat, seperti H. Ahmad Bajuri SE MM dan Kang Nendi serta pemuda lainnya.


Dalam kesempatan acara, Sekretaris Jendral FORPIS, Ahmad Riza Hidayat menegaskan pentingnya sinergi antara pemuda dan masyarakat dalam membangun masa depan daerah. Menurutnya, pemuda harus diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi, sehingga potensi mereka bisa memberikan manfaat nyata bagi kemajuan jawa Barat.


"Kami ingin FORPIS menjadi motor penggerak bagi perubahan positif di kalangan pemuda. Kolaborasi dengan para tokoh masyarakat ini adalah langkah penting untuk mewujudkan hal tersebut," ujarnya.


Di tempat yang sama, Bendahara Umum FORPIS, Thaariq Falih, turut menambahkan, bahwa peran pemuda dalam pembangunan daerah juga perlu diperhatikan. Ia mengajak pemuda di Jawa Barat untuk lebih aktif berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kewirausahaan.


"Peran pemuda bisa menjadi agen perubahan. Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu memberikan dampak yang besar bagi masyarakat," paparnya.


Tokoh Masyarakat Kabupaten Garut, H. Ahmad Bajuri, yang turut hadir dalam kegiatan, mengapresiasi langkah FORPIS dalam memperkuat peran pemuda di Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa pemuda memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan.


"Jawa Barat kaya akan sumber daya alam dan potensi lokal. Jika pemuda terlibat aktif, kita bisa menciptakan inovasi di sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif," ungkap Ahmad Bajuri.


Dalam pertemuan itu, sejumlah isu penting dibahas, di antaranya penguatan literasi digital, pelatihan kewirausahaan bagi pemuda, serta program pelestarian lingkungan. Para peserta juga berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi pemuda dalam era digital dan upaya mengatasi masalah tersebut melalui kolaborasi lintas sektor.


Sementara itu, Kang Nendi, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap hasil pertemuan tersebut. Ia berharap program-program yang telah direncanakan segera direalisasikan dan melibatkan lebih banyak pemuda di Jawa Barat.


"Pertemuan ini sangat inspiratif. Saya berharap ke depan ada lebih banyak kegiatan yang melibatkan pemuda, terutama di bidang teknologi dan pengembangan bisnis kreatif," kata Kang Nendi.


Selain membahas program kerja, pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara FORPIS dan tokoh masyarakat. Suasana diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai masukan dan ide dari peserta yang menunjukkan semangat tinggi untuk memajukan kepemudaan di Jawa Barat.


Di akhir pertemuan, semua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan melanjutkan kolaborasi dalam bentuk kegiatan konkret di lapangan. FORPIS dan tokoh masyarakat berkomitmen untuk menyusun rencana bersama, dalam meningkatkan produktivitas karya di beberapa kota dan Kabupaten di Jawa Barat dengan pelatihan keterampilan dan seminar motivasi bagi pemuda di Jawa Barat.


Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan aktivitas kepemudaan di Jawa Barat semakin berkembang. Kolaborasi yang erat antara pemuda dan tokoh masyarakat dipercaya akan membawa perubahan positif dan menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih cerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pilkada Garut 2024 dalam Situasi Integritas KPUD Dipertanyakan Publik

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat

PKL Juara dan Gabungan Ormas se-Kota Bandung Satu Tekad, Bergema Dukung Dandan-Arif