Peran Pemuda dalam Menghadapi Angka Kriminalitas Tinggi, Geng Motor di Tasikmalaya Jadi Sorotan

gambar ilustrasi


NEWSLETTERJABAR - Angka kriminalitas yang terus meningkat, terutama yang melibatkan geng motor, semakin meresahkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Polda Jawa Barat mencatatkan 15.814 kasus kriminal pada tahun 2022, dengan tren peningkatan sebesar 8% pada tahun 2023. Lebih mengkhawatirkan lagi, kekerasan fisik dan kekerasan jalanan semakin marak terjadi, terutama di daerah sub-urban. 


Fenomena ini tidak hanya mencemari wajah Kota Tasikmalaya, tetapi juga merenggut nyawa korban dan menciptakan rasa takut di kalangan warga.





Anggota Bidang Pertahanan dan Keamanan Forum Pemuda Istimewa (Forpis) Jawa Barat, Achmad Hafizh, menyatakan bahwa perubahan sosial yang positif bisa dimulai dengan kesadaran 

pemuda itu sendiri. 


"Saat ini, kita melihat banyak remaja yang mengidolakan geng motor karena dianggap keren. Ini adalah pengaruh buruk yang harus segera dihentikan. FORPIS hadir untuk menjadi antitesa dari fenomena ini," ujar Hafizh, Rabu (12/02/2025).


Menurut Hafizh, pendekatan yang digunakan oleh Forpis adalah dengan melakukan dialog langsung dengan remaja. Melalui diskusi terbuka dan berbagi wawasan tentang pentingnya peran pemuda dalam membangun masyarakat yang lebih baik, Forpis berusaha mengarahkan pemuda untuk lebih peduli terhadap masalah sosial dan bukan terjebak dalam aktivitas yang 

merugikan diri sendiri dan orang lain.


"Pemuda harus menjadi agen perubahan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat," tambah Hafizh. 


Ia menegaskan bahwa kesadaran ini perlu dijaga dan terus diperkuat agar pemuda dapat menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan sosial yang ada Berdasarkan data dari Polda Jabar, selain tingginya angka kriminalitas, angka penangkapan geng motor juga cukup mencolok. 


Pada tahun 2021, Polda Jabar berhasil menangkap 1.200 anggota 

geng motor di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan besarnya ancaman yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang mudah terpengaruh oleh geng motor.


Dengan meningkatnya tren kekerasan fisik dan jalanan, terutama di daerah sub-urban, Forpis menilai bahwa penting bagi pemuda untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang nilai sosial dan peran mereka dalam membangun lingkungan yang lebih aman. Melalui programprogram yang dilaksanakan, Forpis berharap pemuda tidak hanya menjadi bagian dari masalah, tetapi justru dapat menjadi bagian dari solusi.


Achmad Hafizh menambahkan bahwa Forpis ingin memberikan arah baru bagi pemuda di Jawa Barat, terutama di Tasikmalaya, untuk lebih peduli terhadap permasalahan sosial. Dengan pendekatan langsung melalui dialog, Forpis berusaha untuk lebih dekat dengan remaja, 

mendengarkan aspirasi mereka, dan memberi mereka ruang untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang positif.


"Melalui dialog langsung, kami berharap bisa membuka pikiran remaja agar mereka lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. FORPIS ingin menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan potensi positif mereka, bukan hanya sekadar mengikuti tren yang salah," ungkap Hafizh.


Permasalahan kriminalitas dan geng motor yang semakin meningkat di Tasikmalaya memang menjadi perhatian serius. Namun, dengan peran aktif pemuda dan organisasi seperti Forpis, perubahan ke arah yang lebih positif sangat mungkin untuk dicapai. Melalui kesadaran sosial dan pendekatan yang lebih personal, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa harapan bagi masa depan yang lebih aman dan sejahtera. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pilkada Garut 2024 dalam Situasi Integritas KPUD Dipertanyakan Publik

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat

PKL Juara dan Gabungan Ormas se-Kota Bandung Satu Tekad, Bergema Dukung Dandan-Arif