Kolaborasi Pentahelix dalam Percepatan Swasembada Pangan di Tasik Raya



NEWSLETTERJABAR – Upaya percepatan swasembada pangan di wilayah Tasik Raya semakin nyata dengan adanya kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai institusi strategis. 


Kegiatan ini mempertemukan TNI, Bank Indonesia, Universitas Siliwangi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya dalam satu gerakan bersama.

  

Sosialisasi secara keseluruhan yang pertama diselenggarakan di gedung Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada hari Senin (10/02/2025). Selanjutnya pada hari Selasa, (11/02/2025) diselenggarakan Training of Trainers (TOT) yang bertempat di Gedung Juang 45 Kodim 0612/Tasikmalaya. 




Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya persiapan lanjutan dan pemantapan pemahaman teknis bagi para mahasiswa yang terlibat untuk mempermudah ketika praktek langsung ke wilayah binaan masing-masing.


Salah satu dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Indra Lesmana, S.P., M.P, menyatakan, dalam implementasinya, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi diterjunkan langsung ke berbagai wilayah kota dan kabupaten Tasikmalaya untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku perkuliahan. 


"Mereka berperan aktif dalam mendampingi petani, memberikan bimbingan, serta belajar bersama guna mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam usahatani," ujar Indra.


Dukungan dari TNI setempat dan tenaga penyuluh lapangan semakin memperkuat sinergi ini. Melalui pendekatan berbasis masalah dan pendampingan intensif, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Tasik Raya dapat meningkat secara signifikan. 


Sementara, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Dr. Hj. Rina Nurhayati, Ir, M.P turut mengatakan, kolaborasi lintas sektor ini layak mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mengingat keterlibatan aktif akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan institusi pertahanan mencerminkan semangat gotong royong dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.  


Dengan adanya program ini, kata Rina, para petani tidak hanya mendapatkan solusi teknis dalam mengelola lahan pertanian mereka, tetapi juga memperoleh pemahaman baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan hasil panen. 


"Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan pertanian yang berkelanjutan di berbagai daerah lainnya," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pilkada Garut 2024 dalam Situasi Integritas KPUD Dipertanyakan Publik

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat

PKL Juara dan Gabungan Ormas se-Kota Bandung Satu Tekad, Bergema Dukung Dandan-Arif