Amiruddin Latif: 'Stop Kekerasan di Muka Umum'

 


NEWSLETTERJABAR.COM-- Sebuah akun Facebook (Fb) bernama Amirudin Latif, yang memiliki jabatan Kanit  Reskrim di satu Polsek wilayah hukum Polres Garut, mengunggah dua tampilan foto hasil screenshot dari sebuah video dengan diawali sebuah keterangan bahwa semula videonya yang akan langsung  dishare.


"Asli tadinya gue mau share vidionya," ungkap Amirudin Latif, sering disapa Amir.


Akan tetapi, lanjut dia, karena isi tayangan video tersebut terlalu sadis, vidio tidak jadi dibagikan.


Terkait peristiwa yang sempat terekam video, dikemukakan Amir, sudah terlalu sering kejadian yang menunjukan keberingasan manusia yang malah jelas-jelas tidak pada tempatnya bahkan tidak ada kaitan atau tidak ada urusan dengan dirinya.



"Kekerasan di muka umum sering timbul, mungkin karena kurangnya pemahaman hukum, di masyarakat serta kurangnya sosialisasi hukum terhadap masyarakat," sebut Amir.


Ditambahkan Amir, mungkin juga mereka dimotivasi unjuk diri.


"Hanya sekedar menunjukan tentang keberanian, kejegeran, atau malah kepahlawanan yang salah kaprah," tutur Amir.


"Kita tahu manusia ditakdirkan pasti memiliki keberanian," sambung dia.


Akan tetapi, tandas dia, banyak juga yang  belum bisa menempatkan di mana harus dipergunakan.


Dipaparkan Amir, kekerasan yang dimaksud adalah yang merupakan isi video yang mungkin telah beredar di media sosial.



Menurut Amir, para pelaku kekerasan dalam tayangan video tersebut tidak memikirkan dampak dari perbuatannya.


"Jelas dampak ke depannya sangat merugikan, sekalipun korban kekerasan tersebut adalah pelaku kejahatan," kata Amir.


Ditandaskan Amir, walau korban sebagai pelaku kejahatan, tapi tidak seharusnya diperlakukan seperti itu apalagi sampai meninggal dunia.


"Jelas pelaku semua terekam di video," jelas Amir.


Dilanjutkan Amir, satu persatu terciduk dan harus menanggung resiko hukum yang menyengsarakan dirinya sendiri, istrinya, anaknya. dan keluarganya dalam waktu yang sangat panjang. Juga beban kesedihan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Istri dan anaknya akan menghadapi penderitaan ke depan.



"Kerugian yang sangat luar biasa akibat emosi dan keberanian yang tidak pada tempatnya," tutur Amir.


"Dan kalau bicara masalah keberanian, kita tahu bahwa di atas langit masih ada langit. Apalagi dengan para petugas yang melakukan penangkapan. Jelas mereka memiliki keberanian berlebih dan dilindungi undang undang," jelas Amir.


"Bahkan nyawa merekapun sudah dipertaruhkan dan diwakafkan untuk negara," tegas dia.


"Intinya jelas, (pihak) penangkap lebih berani dari siapapun yang akan ditangkap," lanjut Amir.


Disarankan Amir, ikut menangkap boleh dengan catatan tidak harus dengan kekerasan berlebih.


"Karena sejatinya Anda tidak berhak atas nyawa orang lain. Sekedar pembelajaran untuk kita, stop kekerasan di muka umum," tegas Amir.


Terakhir Amiruddin Latif menyampaikan ucapan terima kasih serta saran bagi pembuat video.


"Untuk pembuat video kami ucapkan terimakasih sudah memudahkan kami mengidentifikasi para pelaku kekerasan di muka umum, tapi seyogyanya untuk tidak disahre di ruang publik karena jelas tidak mendidik," tutur Amir.


"Langsung japri ke aparat/penyidik. Itu lebih bijak dan sangat bermartabat," tekan Amiruddin Latif memungkas. (Bt/tg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pilkada Garut 2024 dalam Situasi Integritas KPUD Dipertanyakan Publik

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat

PKL Juara dan Gabungan Ormas se-Kota Bandung Satu Tekad, Bergema Dukung Dandan-Arif