Kado Tutup Tahun: 'Dusta Zaman Melebur Umur'

Ditulis oleh Toni Gempur 
Jelang Tahun 2021


Waktu tidak menunggu,
tidak juga bisa ditunggu.
Dia datang dan berlalu dengan  kepastiannya.

Akan tetapi,
zaman akan berubah.
Melesat cepat tanpa kendali.
Meliuk dan menerjal.
Merubah segala kesan alami,
menjadi rasa yang serba dijadi-jadi,
mengikuti selera 'modernisasi'.

Zaman akan kian berganti.
Bersalin rupa,
seperti wajah artis beroperasi plastik.
Memaksa jiwa melupakan anugrah.
Mengimingi diri menjadi pandir atas hidup hakiki.

Zaman kian melunjak.
Memerkosa ingatan.
Melupakan nostalgia indah,
yang dulu terpijaki langkah-langkah  insan dengan cinta penuh kebersahajaan.

Zaman penuh munafik.
Mendustakan banyak karunia.
Mengingkari nikmat yang berbilang desah nafas sehari-hari.

Semakin waktu berjalan,
rupa zaman yang kita lakoni sebenarnya ibarat kegelapan.
Gelap, menyerupai belantara kelam,
dalam tatanan hasrat rimba liar.

Malah hanya orang sesat
yang dapat berjalan dengan cepat
 dan mencapai 'kemenangan'. 
Dan pada banyak 'kemenangan'-nya itu
sering kali diiringi derai tawa pelecehan dari kesombongannya.

Zaman semakin curam dan terjal bagi orang jelata.
Si Jelata tidak sadar berada di mana,
kecuali merasa tidak punya pijakan. 
Nyali kita tersendat dalam pekat aturan yang mengerdilkan.
Kita dibuatnya lunglai dalam kesangsian masa depan sesama jelata.

Itulah rupa zaman yang sebenarnya.
Manusia-manusia pandir tampil mengisi atmosfir negeri dengan pasih. 
Tiada kebenaran sejati.
Dan kepalsuan menyergap diri menjadi sangat nisbi, malah nihil arti.

Penghuni bumi nyaris banyak yang mirip jelmaan  iblis,
Memutar balik makna pahala dengan siksa.
Mengatrekan kebenaran di urutan paling belakang;
atau malah tak punya bagian panggilan sama sekali.

Itulah rupa zaman yang sebenarnya.
Membuat batin semakin ngeri dan miris
dari setiap langkah yang mengiringi detik ke detiknya.

Dan detik-detik demikian
senyatanya akan menjemput takdir setiap diri, menurut garisan motif yang diniatinya. (*) 

Garut, 28/12/2020 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pilkada Garut 2024 dalam Situasi Integritas KPUD Dipertanyakan Publik

Relawan Kujang Dewa Ucapkan Selamat dan Sukses, Dedi-Erwan Memimpin Jawa Barat

PKL Juara dan Gabungan Ormas se-Kota Bandung Satu Tekad, Bergema Dukung Dandan-Arif